Networking

Belajar Routing Di Mikrotik – Static Routing

October 14, 2018

Static routing biasanya digunakan untuk menghubungkan suatu network dengan network lain yang tidak terkoneksi secara langsung.

Contoh topologi static routing :

Bagaimana agar PC1 bisa saling komunikasi dengan PC2, secara network sudah beda dan melewati router yang berdeda.

Yang perlu kita lakukan adalah menambhakan static routing di RO.1 dan RO.2 dengan destination address network yang ingin dituju, melalui ip point to point antara kedua router yang saling terhubung langsung.

Konfigurasi :
Pastikan konfigurasi dasar seperti ip address sudah terpasang mengikuti topologi di atas.
Test ping antar ip point to point yang menghubungkan RO.1 dan RO.2 reply.
Konfigurasi di RO.1 :

Konfigurasi di RO.2 :

Di RO.1 tambahkan static route, ip > route
Dst-address : 192.168.20.0/24
Gateway : 10.10.10.2

Maka di dalam tabel routing RO.1 akan ada tambahan route ke network 192.168.20.0/24 melalui ip address 10.10.10.2 dengan label AS = A-active, S-static.

 

Lakukan konfigurasi dasar pada RO.2 dan pada bagian penambahan static router isi dengan:
Dst-address : 192.168.10.0/24
Gateway : 10.10.10.1
Hasil tabel routing di RO.2 akan terlihat seperti berikut :

 

Lakukan pengetesan dengan ping dan traceroute dari PC1 ke PC2 dan sebaliknya:
Test dari PC1 ke PC2

Test dari PC2 ke PC1

 

Kesimpulan :
1. Perlu ditambahkan route baru untuk network yang tidak terhubung langsung ke router.
2. Pastikan ip address yang ingin dituju berada di routing table.
3. Apabila ip address tujuan tidak ada di routing table, maka data tidak akan di forward kemanapun.
4. Penulisan ip address tujuan dapat diringkas dengan menuliskan prefixnya, contoh : ip address 192.168.20.2 masuk dalam prefix/network 192.168.20.0/24
5. Dst-address 0.0.0.0/0 disebut default gateway, mewakili seluruh ip address yang ada. (biasa digunakan untuk membuat route ke internet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *